Bahasa dan Kerukunan Antar Umat Beragama 1


Oleh : Zakaria, M.Pd.*

 

Bahasa merupakan sarana komunikasi yang paling efektif antar manusia bahkan dengan makhluk hidup lain. Sebab dengan bahasa orang mampu menyampaikan pesan, sikap, emosi dan perasaan. Tuhan Yang Maha Esa telah memberikan kemampuan berbahasa bagi manusia yang mestinya disyukuri. Sebab tanpa kemampuan berbahasa kehidupan bermasyarakat tidak dapat berjalan dengan baik. Dalam agama Islam telah disebutkan bahwa Allah Ta’ala menciptakan manusia dengan dibekali kemampuan bahasa, ini tertuang didalam surat Ar-Rum ayat 22:

وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.”

Kemampuan berbahasa pada manusia merupakan ciri yang telah melekat pada setiap individu. Sebagai makhluk sosial, sudah pasti manusia akan saling berinteraksi dengan yang lainnya. Sebagai contoh untuk bergabung kedalam sebuah perkumpulan, organisasi bahkan dalam pertemanan, maka diperlukan kemampuan berbahasa yang baik. Orang akan diterima dengan baik kedalam sebuah kehidupan sosial jikalau memiliki kemampuan bahasa yang baik. Contoh lain jika kita ingin mengungkapkan perasaan kepada orang yang kita cintai maka diperlukan komunikasi yang baik, tanpa bahasa mustahil ungkapan perasaan tersebut dapat tersampaikan.

Hal lain yang tak kalah pentingnya juga selain alat komunikasi dalam kehidupan bermasyarakat, bahasa sangat erat kaitannya dengan agama. Tidak hanya sebagai alat berekspresi dan doktrinisasi agama, bahasa juga merupakan identitas keagamaan. Sebagai contoh para pendakwah, ketika ingin menyampaikan pesan atau isi materi dakwah maka diperlukan kecakapan dalam berbahasa. Kecakapan tersebut mencakup tata bahasa, makna atau arti serta tujuan. Apabila kemampuan berbahasa tidak dimiliki seorang pendakwah maka pesan atau isi ajakan atau nasihat tidak tersampaikan atau bahkan bisa disalah persepsikan. Itulah yang terjadi belakang ini dimasyarakat kita. Sebab salah komunikasi atau bahkan penggunaan bahasa yang tidak tepat maka konflik dimasyarakat pun tidak dapat dihindarkan.

Peran bahasa dalam kerukunan antar umat beragama.

Urgensi penggunaan bahasa yang baik dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia yang berada dalam dimensi kemajemukan terlihat dari masih banyaknya konflik antar umat beragama, hal itu diawali dengan ujaran-ujaran yang menyudutkan satu dengan yang lainnya. Bahkan ujaran-ujaran provokatif yang berbau isu agama marak didunia social media. Seperti contoh postingan-postingan yang bernuansa negatif terhadap kerukunan beragama sering kita jumpai belakangan ini. Hal ini sangat berpotensi konflik. Untuk itu sangat dibutuhkan pengunaan bahasa yang tepat. Tidak asal ucap, tidak berbicara kasar dan tidak menyinggung perasaan orang lain merupakan contoh dari pengunaan bahasa yang baik.

Penggunaan bahasa yang baik sangat penting digunakan baik dalam tulisan maupun perkataan. Terlebih dalam menjaga kerukunan hidup antar umat beragama. Jauh sebelum era digital, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan kita akan penggunan bahasa yang baik. Seperti didalam sebuah hadits:

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari ganguan lisan dan tangannya”

Terlepas dari perkembangan zaman yakni semakin pesatnya kemajuan teknologi informasi, berbahasa yang baik janganlah ditinggalkan. Kemajemukan adalah hal keniscayaan baik berbeda agama, suku, ras dan kepercayaan. Semua itu adalah asset yang sangat berharga. Bahasa mempunyai peranan yang sangat penting dalam kerukunan hidup beragama harus dijaga dan dikembangkan dengan baik, sehingga potensi konflik akan terhindarkan.

Gunakan bahasa yang baik sebagai sarana untuk mengukuhkan kerukunan hidup antar umat beragama.  Wallahu A’lam Bishawab

* Dosen Tetap Program Studi PGMI.


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One thought on “Bahasa dan Kerukunan Antar Umat Beragama