Agama Islam, Aliran Islam, Politik Islam, dan Ideologi Islam


Umat Islam Indonesia Meski Memperjuangkan Yang Mana?

Penulis: Akmal R. Gunawan

Menurut K.H. Ahmad Hasyim Muzadi dalam Reaktualisasi Ajaran Wali Songo: Diskursus Perjuangan K.H. Hasyim Muzadi (Sofiuddin, 2017), bahwa pergerakan agama Islam, aliran Islam, politik Islam, dan ideologi Islam mulai berkembang pesat pasca era reformasi. Dampak negatif pada masa ini dapat diketahui melalui kacaunya peraturan-peraturan terkait pertahanan akidah, ideologi, teritorial, ekonomi, politik, budaya, dan lain sebagainya. Singkatnya, pada saat ini Islam terpecah sehingga memunculkan kelompok yang pro-kontra, skeptis, optimis, dan rasionalis. Demikian spektrum resonansi dari perpecahan kekuasaan dan konteks keadaan yang carut-marut pada saat itu. Yang secara historis (Perang Sifin, tahun 37 H) berakar dari perebutan kekuasaan dan perbedaan metode (manhaj) dalam memahami Islam.

Menyikapi persoalan tersebut, suatu keharusan untuk memilah terlebih dahulu secara jelas perbedaan pergerakan agama Islam, aliran Islam, Politik Islam, dan ideologi Islam seperti halnya paparan berikut;

  1. Agama Islam

Mengikuti argumen Harun Nasution dalam Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya (1974), Islam adalah agama yang dipegang oleh umat Islam yang bersifat universal dan Rahmatan Lil ‘Alamin. Dalam hal ini agama Islam di Indonesia memiliki kesamaan dengan model-model agama Islam di seluruh dunia. Yakni, ajaran Rasulullah Muhammad Saw. yang di dalamnya terdapat tatanan kehidupan akidah, syariah, dan akhlak serta posisi agama yang selalu bersikap transendental yang bersifat ghaibiyyah dan immanent yang bersifat dzahiriyyah ijtima’iyyah. Transendental berarti adanya keterkaitan dengan Dzat Allah Swt. Yang Maha Mewujudkan. Sedangkan immanen berarti ajaran-ajaran yang berhubungan dengan urusan kemanusiaan.

  1. Aliran Islam

Amin Abdullah dalam Islam dan Keindonesiaan (Komaruddin ed, 2014), menjelaskan bahwa aliran Islam adalah aliran yang terdapat di dalam Islam berupa pemahaman seseorang atau suatu kelompok terhadap agama Islam sebagai suatu ajaran.  Karena itu aliran Islam seringkali memiliki frame of thinking dan metodologi yang berbeda dengan aliran lainnya. Aliran-aliran Islam ini seringkali muncul dari Timur Tengah, seperti Syiah, Mu’tazilah, Jabariyah, Wahabi, Qadariyah, Khawarij, Murji’ah, Ahmadiyah, Ubbadiyah, dan sebagainya.

  1. Politik Islam

Marshall Hodson dalam  The Venture of Islam: Conscience and History in a World Civilization (1974), menjelaskan bahwa politik Islam merupakan fenomena “dunia Islam” yang bersifat politis dalam lembaga-lembaga kenegaraan (Islamdom). Seperti HTI, PKS, PPP, dan seterusnya termasuk wadah gerakan politik Islam yang ada di Indonesia.

  1. Ideologi Islam

Mengutip kembali penjelasan K.H. Ahmad Hasyim Muzadi dalam Reaktualisasi Ajaran Wali Songo: Diskursus Perjuangan K.H. Hasyim Muzadi (Sofiuddin, 2017), bahwa ideologi Islam merupakan  konsepsi pemikiran seseorang atau suatu kelompok tertentu terhadap Islam dalam konteks masalah yang tertentu pula dan dianggap benar serta relevan untuk di implementasikan. Seperti ide yang mencoba mengarahkan Islam pada dimensi politik, yang diistilahkan dengan ideologi politik Islam. Demikian pula ide yang mencoba mengarahkan Islam pada dimensi ekonomi, tentu ide demikian juga dapat diistilahkan dengan ideologi ekonomi Islam. Serta multidimensi lainnya, yang memang dapat di terapkan lewat ajaran Islam.

Lantas, Memperjuangkan Yang Mana?

Hemat penulis, semua aspek tersebut meski diperjuangkan. Sebab selama ini timbul kesalah-fahaman bahwa Islam bersifat sempit dan tidak sesuai dengan kemajuan modern. Dan untuk mewujudkan perjuangan tersebut, problem solving-nya adalah pengajaran dan  pemahaman agama secara holistik. Sebab sejatinya teori yang diperjuangkan di dunia ini tidak ada yang tetap, yang tetap itulah berubah dan perubahan itulah sebuah ketetapan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *